Singaraja – Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Umum dengan menghadirkan pakar geografi dari Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne, Prof. Dr. Franck Lavigne. Kegiatan yang mengangkat tema “Reconstruction and Impact of the Samalas Eruption in Bali” ini dilaksanakan pada Senin (03/08/2026) di Ruang Seminar FHIS Undiksha.
Kegiatan kuliah umum dibuka oleh Dekan FHIS Undiksha, Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Dekan FHIS Undiksha menyampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. Franck Lavigne atas kesediaannya berbagi ilmu dan pengalaman penelitian kepada sivitas akademika FHIS Undiksha.
“Merupakan suatu kehormatan bagi FHIS Undiksha dapat menghadirkan pakar internasional seperti Prof. Dr. Franck Lavigne. Kuliah umum ini menjadi kesempatan berharga bagi dosen dan mahasiswa untuk memperoleh wawasan ilmiah yang berbasis hasil riset internasional, khususnya terkait dinamika kebencanaan, lingkungan dan sejarah perkembangan wilayah di Indonesia, khususnya Bali. Tema yang diangkat sangat relevan karena memberikan perspektif multidisipliner yang dapat memperkaya kajian di bidang hukum, sejarah, geografi dan ilmu sosial,” ujar Dekan.
Lebih lanjut, Prof. I Nengah Suastika berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi forum transfer pengetahuan, tetapi juga mampu membuka peluang kerja sama akademik yang lebih luas antara FHIS Undiksha dengan perguruan tinggi dan lembaga penelitian internasional.
“Kami berharap kuliah umum ini dapat menginspirasi sivitas akademika untuk semakin aktif mengembangkan budaya riset, meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi, serta membangun jejaring kolaborasi internasional yang berkelanjutan. Melalui sinergi tersebut, FHIS Undiksha akan semakin mampu menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan global, berpikir kritis dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjawab berbagai tantangan sosial, lingkungan, dan kebencanaan di masa depan,” pungkasnya.
Kuliah umum dipandu oleh I Gede Putu Eka Suryana, S.Pd., M.Sc. sebagai moderator dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, pejabat struktural, dosen Jurusan Geografi, serta mahasiswa di lingkungan FHIS Undiksha.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Franck Lavigne menjelaskan hasil penelitian mengenai rekonstruksi erupsi Gunung Samalas yang terjadi pada abad ke-13. Melalui pendekatan multidisiplin yang menggabungkan kajian geologi, geomorfologi, arkeologi, sejarah dan teknologi pemetaan modern, penelitian tersebut berhasil mengungkap karakteristik letusan serta dampaknya terhadap perubahan bentang alam, kehidupan masyarakat, dan perkembangan wilayah Bali.
Beliau juga menekankan bahwa kajian terhadap bencana masa lalu memiliki peran penting dalam memahami dinamika lingkungan serta mendukung upaya mitigasi bencana di masa depan. Informasi ilmiah yang dihasilkan dari penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pengelolaan lingkungan dan pengurangan risiko bencana.
Sesi diskusi berlangsung dengan berbagai pertanyaan dari peserta kuliah umum mengenai metode penelitian lapangan, teknik rekonstruksi sejarah kebencanaan, hingga implikasi hasil penelitian terhadap pengembangan ilmu geografi dan mitigasi bencana di Indonesia.
Dengan adanya penyelenggaraan kuliah umum ini, FHIS Undiksha berharap dapat terus memperkuat budaya akademik yang unggul, mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dan peneliti internasional serta menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan global, kemampuan berpikir kritis, dan kepekaan terhadap berbagai isu strategis di bidang lingkungan, kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan.














