Tim Undiksha dan BRIDA Buleleng Gali Potensi Investasi Wilayah Timur melalui FGD Tingkat Kecamatan

  Publish 14 September 2026       Wiardi 

Singaraja – Tim Penyusun Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng terus memperkuat proses penggalian data potensi investasi di berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Kecamatan yang dilaksanakan pada Jumat (11/09/2026) bertempat di Ruang Rapat Kantor Camat Kubutambahan.

FGD kali ini melibatkan tiga kecamatan di wilayah timur Kabupaten Buleleng, yakni Kecamatan Sawan, Kubutambahan dan Tejakula. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng yang bertujuan menghasilkan data dan informasi potensi investasi secara lebih spesifik dan berbasis kewilayahan.

Kegiatan dipimpin oleh Sekretaris BRIDA Kabupaten Buleleng, drg. I Ketut Wika, didampingi Sekretaris Camat Kubutambahan, I Nyoman Budiarsana, S.H. serta Ketua Tim Pelaksana dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. FGD juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng, tim pelaksana Undiksha serta para Perbekel dari Kecamatan Sawan, Kubutambahan dan Tejakula.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. I Nengah Suarmanayasa, memaparkan perkembangan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng yang saat ini memasuki tahapan penggalian data kewilayahan. Menurutnya, FGD tingkat kecamatan menjadi ruang untuk memperoleh informasi potensi investasi secara langsung dari pemerintah kecamatan dan desa.

Dr. I Nengah Suarmanayasa menambahkan, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan dan penguatan perekonomian daerah. Investasi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi tetapi juga dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah serta mendorong pemerataan pembangunan.

“Oleh karena itu, Kabupaten Buleleng perlu memiliki data potensi dan peluang investasi yang informatif, mutakhir dan mampu menggambarkan karakteristik masing-masing wilayah. Data tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan serta promosi investasi daerah,” tambahnya.

Kajian ini diarahkan untuk menyediakan basis data potensi investasi yang dapat mendukung promosi investasi Kabupaten Buleleng, termasuk melalui publikasi pada Portal Informasi Investasi (PIR). Ketersediaan data yang lengkap dan akurat diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi daerah sehingga dapat dikembangkan menjadi peluang investasi yang konkret.

Dalam pemaparannya, tim pelaksana juga menyampaikan hasil analisis awal berdasarkan Location Quotient (LQ) periode 2012–2025. Hasil analisis tersebut mengidentifikasi delapan sektor basis di Kabupaten Buleleng, meliputi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan; jasa pendidikan; perdagangan besar dan eceran; real estate; jasa lainnya; administrasi pemerintahan; jasa keuangan; serta pertambangan.

Selanjutnya, sesi diskusi diarahkan pada penggalian informasi mengenai kondisi riil dan karakteristik potensi di masing-masing wilayah. Pemerintah kecamatan dan desa didorong untuk mengidentifikasi berbagai potensi investasi yang memiliki nilai ekonomi dan peluang pengembangan, mulai dari komoditas unggulan pertanian dan perkebunan, kelautan dan perikanan, energi, pariwisata hingga industri dan kerajinan lokal.

Selain mengidentifikasi potensi, peserta juga diajak memetakan peluang investasi yang telah berjalan maupun yang masih terbuka untuk dikembangkan. Peluang tersebut mencakup pengembangan hilirisasi produk unggulan, pembangunan rantai pasok, penguatan kemitraan antara pelaku UMKM dan pemodal serta pengembangan pariwisata yang berbasis pada potensi dan karakteristik lokal.

Lebih lanjutnya, kegiatan ini juga menggali berbagai tantangan dan kendala yang masih dihadapi dalam pengembangan investasi di wilayah masing-masing. Aspek yang dibahas antara lain ketersediaan infrastruktur dasar, kepastian tata ruang dan lahan, proses perizinan, kesiapan sumber daya manusia, kapasitas kelembagaan desa, akses terhadap permodalan serta aspek perlindungan dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Berbagai masukan yang disampaikan oleh pemerintah kecamatan dan desa menjadi bahan penting bagi Tim Undiksha dan BRIDA Kabupaten Buleleng dalam memvalidasi basis data potensi investasi. Penggalian data secara langsung di tingkat wilayah diharapkan mampu menghasilkan pemetaan yang tidak hanya menunjukkan potensi secara umum tetapi juga memberikan gambaran yang lebih spesifik mengenai potensi, peluang serta tantangan investasi pada masing-masing wilayah.

Sebagai tindak lanjut, para peserta diharapkan melengkapi data potensi wilayah melalui formulir yang telah disiapkan oleh tim pelaksana. Data yang terkumpul selanjutnya akan dianalisis untuk menyempurnakan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng.

Hasil kajian tersebut nantinya diharapkan dapat menghasilkan profil sektor unggulan, peta spasial serta basis data potensi investasi yang komprehensif dan dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai salah satu instrumen dalam perencanaan, pengembangan dan promosi investasi daerah.

Kategori: 

Kata Kunci: 

    Publikasi Terkait: