Melalui FGD, FHIS Undiksha dan Kesbangpol Buleleng Dorong Pemuda Buleleng Jadi Generasi Berdaya, Berkarya, dan Berdampak

  Publish 3 September 2026       Wiardi 

Singaraja – Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-Kabupaten Buleleng. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng ini merupakan salah satu implementasi kerja sama antara FHIS Undiksha dan Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng. FGD dilaksanakan pada Senin (31/08/2026) bertempat di Ruang Seminar FHIS Undiksha.

Mengangkat tema “Merdeka Versi Generasi Muda: Berdaya, Berkarya, dan Berdampak”, kegiatan ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Buleleng. Turut hadir pula dalam kegiatan FGD tersebut, yaitu Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, S.H.; Sekretaris Badan Kesbangpol Kabupaten Buleleng, Gede Kurniawan, S.STP.; Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, S.TP., M.P.; Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Komang Dudi Udiyana, S.T.; Ketua Bawaslu Kabupaten Buleleng, I Kadek Carna Wirata, S.H.

Dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan Wakil Bupati Gede Supriatna, disampaikan bahwa momentum kemerdekaan perlu dimaknai secara konkret oleh generasi muda. Kemerdekaan bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga tanggung jawab generasi saat ini untuk memiliki kapasitas dan kemandirian, menghasilkan karya dan inovasi, serta memberikan manfaat nyata bagi keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, demokrasi membutuhkan generasi muda yang cerdas dalam menentukan pilihan, kritis dalam menyikapi informasi, serta berintegritas dalam menjalankan hak dan kewajiban politik. Di tengah perkembangan era digital, generasi muda diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan seperti hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, provokasi, dan politik uang.

“Gunakan ruang digital sebagai ruang untuk berkarya, berdiskusi, berkolaborasi, dan menyebarkan energi positif,” demikian pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut. Generasi muda juga diharapkan mampu menjaga persatuan, menghargai perbedaan, memiliki kesadaran hukum, serta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat dan berdemokrasi.

FGD menghadirkan dua narasumber, yaitu Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, S.TP., M.P., yang membawakan materi “Generasi Muda Membangun Demokrasi Bersama” serta Dekan FHIS Undiksha, Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd., dengan materi “Peran Generasi Muda Mewarnai Kemerdekaan”. Diskusi dimoderatori oleh Koordinator Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Buleleng, Gede Ganesha, S.TP.

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. I Nengah Suastika menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis sebagai calon pemimpin sekaligus penentu masa depan bangsa. Oleh karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan dengan karakter yang kuat, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, sikap demokratis dan nasionalis serta kemampuan untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, makna kemerdekaan pada konteks kekinian tidak hanya berkaitan dengan kebebasan, tetapi juga dengan kemandirian yang disertai kematangan moral, kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai warga negara. Generasi muda perlu memanfaatkan kemerdekaan sebagai ruang untuk mengembangkan potensi sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Sementara itu, I Dewa Agung Gede Lidartawan membahas berbagai aspek demokrasi dan hak politik, tahapan pemilu, peran KPU, partisipasi masyarakat hingga tantangan demokrasi di era digital. Ia mendorong generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kualitas demokrasi, antara lain dengan memastikan diri terdaftar sebagai pemilih, menyebarluaskan informasi yang benar, menolak politik uang serta berpartisipasi dalam pengawasan pemilu.

Dalam menghadapi derasnya arus informasi digital, generasi muda juga diajak menjadi pemilih sekaligus warga digital yang cerdas dengan menerapkan prinsip 3T, yaitu Tahan, Telusuri, dan Tanggapi. Prinsip tersebut perlu dibarengi dengan kebiasaan “Stop, Check, Share” sebelum menerima dan menyebarluaskan informasi di ruang digital.

Melalui kegiatan ini, FHIS Undiksha dan Kesbangpol Buleleng mendorong terbangunnya pemahaman bersama bahwa semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan ke dalam tindakan nyata. Generasi muda diharapkan mampu menjadi generasi yang berdaya melalui peningkatan kapasitas dan kemandirian, berkarya melalui kreativitas, inovasi, dan prestasi serta berdampak dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.

Kategori: 

Kata Kunci: 

    Publikasi Terkait: