FHIS Undiksha Selenggarakan Seminar Hadirkan Dr. Edwin Hoffman dari The Alpen Adria University in Klagenfurt

  Publish 17 April 2026       Wiardi 

Singaraja – Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa melalui penyelenggaraan seminar yang digelar pada hari Rabu (15/04/2026) bertempat di Ruang Seminar FHIS Undiksha. Seminar dengan tema, “Inclusive Communication: Cultures Don’t Meet, People Do” ini menghadirkan narasumber internasional, Dr. Edwin Hoffman dari The Alpen Adria University in Klagenfurt, Austria.

Seminar ini digelar bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa dan sivitas akademika mengenai pentingnya komunikasi inklusif dalam konteks lintas budaya. Seminar ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Jurusan, Ketua Lab., Koordinator Program Studi, Kepala Bagian Umum,  dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan FHIS Undiksha serta diikuti oleh mahasiswa dari seluruh jurusan di lingkungan FHIS Undiksha.

Dekan FHIS Undiksha, Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bagian dari upaya fakultas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dalam hal kompetensi komunikasi mahasiswa serta memperluas perspektif global mahasiswa. Seminar ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya komunikasi lintas budaya di berbagai aspek kehidupan.

Seminar ini dipandu oleh moderator, yaitu Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Undiksha, Dr. Putu Ayu Prabawati Sudana, S.Pd., M.Hum. dan didampingi oleh Prof. Dr. Ni Luh Putu Sri Adnyani, S.Pd., M.Hum. Dalam pemaparannya, Dr. Edwin Hoffman menekankan bahwa komunikasi lintas budaya pada hakikatnya adalah interaksi antar individu yang membawa latar belakang budaya masing-masing. Oleh karena itu, kemampuan untuk membangun komunikasi yang inklusif menjadi sangat penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis di tengah keberagaman.

“Cultures don’t meet, people do.” Pernyataan ini menegaskan bahwa keberhasilan komunikasi tidak hanya ditentukan oleh pemahaman terhadap budaya, tetapi juga oleh kemampuan individu dalam menunjukkan empati, keterbukaan, dan penghargaan terhadap perbedaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa komunikasi inklusif dapat meminimalisasi kesalahpahaman serta memperkuat kerja sama dalam berbagai konteks global. Hal ini menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki oleh generasi muda di era globalisasi.

Pada hari yang sama, Dr. Edwin Hoffman juga memberikan perkuliahan dengan materi yang sama kepada mahasiswa Prodi Ilmu Hukum (S1) yang mengikuti Inisiasi Kelas Internasional (IKI) di Smartroomclass Gedung D FHIS Undiksha.

Dengan terselenggaranya seminar ini, FHIS Undiksha berharap dapat terus mendorong terciptanya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi komunikasi global yang inklusif.

 

Kategori: 

Kata Kunci: 

    Publikasi Terkait: