Singaraja – Sebagai respon terhadap dinamika global yang terjadi saat ini, Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali maupun Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. FGD dengan topik, “Tantangan Pendidikan dalam Eskalasi Konflik Timur Tengah” ini diselenggarakan di Auditorium Undiksha pada hari Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan FGD ini dilaksanakan sebagai wadah diskusi dan pertukaran gagasan dalam membahas tantangan dunia pendidikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang secara tidak langsung memberikan dampak terhadap pola pikir, sikap serta karakter generasi muda melalui arus informasi global dan media digital.
Pada kesempatan tersebut, Dekan FHIS Undiksha, Prof. I Nengah Suastika dalam sambutannya menyampaikan bahwa dunia pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan, toleransi dan persatuan di tengah situasi global yang penuh dinamika. Menurutnya, konflik internasional yang terjadi saat ini tidak hanya menjadi isu politik dan keamanan dunia tetapi juga menjadi tantangan bagi sektor pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu menyikapi berbagai informasi secara kritis dan bijaksana.
“Melalui kegiatan Focus Group Discussion ini, kami berharap para pendidik mampu memperkuat perannya sebagai agen pendidikan karakter dan perdamaian. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai ilmu pengetahuan tetapi juga sebagai pembimbing dalam menanamkan nilai toleransi, moderasi beragama, dan semangat kebhinekaan kepada peserta didik di tengah derasnya arus informasi global,” ujar Dekan FHIS Undiksha.
Lebih lanjut disampaikan bahwa perguruan tinggi, pemerintah daerah serta instansi terkait perlu membangun sinergi dalam menghadapi tantangan pendidikan di era globalisasi, khususnya dalam meningkatkan literasi digital dan kemampuan peserta didik dalam memilah informasi yang beredar di media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif maupun intoleran.
FGD FHIS Undiksha ini menghadirkan 12 (dua belas) narasumber dari Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Dinas, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten/Kota di Provinsi Bali serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Kegiatan FGD ini diikuti oleh Guru Kabupaten/Kota di Provinsi Bali. Selain itu, FGD ini dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur Pascasarjana yang diwakili oleh Wakil Direktur, Dekan, Wakil Dekan I dan Wakil Dekan III di lingkungan Undiksha.
Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta guru yang aktif menyampaikan pandangan, pengalaman dan tantangan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di sekolah. Melalui pelaksanaan FGD ini, FHIS Undiksha berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan isu global serta tetap berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan, toleransi dan persatuan bangsa.
















