Singaraja – Menjelang pergantian Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) FHIS Undiksha menggelar kegiatan Debat Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Mahasiswa di Auditorium Balingkang Confucius Institute Undiksha yang berlangsung selama 2 hari, yaitu Rabu (04/02/2026) dan Kamis (05/02/2026). Kegiatan debat ini diikuti oleh pasangan calon dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di lingkungan FHIS Undiksha yang telah menempuh tahapan verifikasi yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Kegiatan debat yang mengusung tema, “Demokrasi Mahasiswa sebagai Fondasi Kepemimpinan Masa Depan” digelar dengan tujuan memberikan ruang bagi pasangan calon untuk menyampaikan visi, misi serta program kerja unggulan kepada mahasiswa FHIS Undiksha. Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, Ketua Jurusan serta Pemimbing Kemahasiswaan Fakultas dan Jurusan di lingkungan FHIS Undiksha.
Pembukaan debat diawali dengan penyampaian laporan panitia oleh Ketua KPM FHIS Undiksha, Made Evan Satria Abhirama dengan menyampaikan bahwa Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) ini telah dilaksanakan beberapa tahapan dan pemungutan suara akan dilaksanakan melalui sistem e-Voting yang akan diikuti oleh seluruh mahasiswa FHIS Undiksha.
Selanjutnya, pada kesempatan tersebut, Dekan FHIS Undiksha, Prof. I Nengah Suastika menyampaikan arahannya bahwa debat ini menjadi bagian penting untuk mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi mahasiswa. “Kegiatan debat ini bukan sekadar rangkaian formalitas pemilihan, melainkan ruang intelektual bagi para calon pemimpin mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, visi, dan program kerja secara terbuka bertanggung jawab. Untuk mahasiswa, gunakan hak pilih secara cerdas berdasarkan penilaian terhadap kapasitas, integritas dan komitmen calon pemimpin mahasiswa dalam memajukan organisasi serta memberi kontribusi positif bagi fakultas dan universitas,” ujarnya.
Debat pasangan calon ormawa dilanjutkan dengan sesi pendalaman program kerja, tanya jawab antar calon, serta pertanyaan dari audiens yang mencakup isu akademik, pengembangan minat dan bakat, hingga advokasi mahasiswa.
Dengan terselenggaranya debat ini, diharapkan mahasiswa dapat menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab demi kontribusi organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas.











