Singaraja – Tim Pelaksana Swakelola Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan (RIPP) Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Kecamatan yang melibatkan Kecamatan Buleleng, Kecamatan Banjar, dan Kecamatan Sukasada pada Senin (27/07/2026) bertempat di Ruang Seminar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penyusunan dokumen RIPP Kabupaten Buleleng yang bertujuan menjaring masukan dan aspirasi dari para pemangku kepentingan satuan pendidikan tingkat kecamatan di Kabupaten Buleleng.
Kegiatan FGD ini dihadiri Kepala BRIDA Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, S.STP., M.M. beserta jajaran staf BRIDA Buleleng. Turut hadir pula dalam kegiatan FGD tersebut, yaitu kepala sekolah, guru, komite sekolah, dan pengawas sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari Kecamatan Buleleng, Kecamatan Banjar, dan Kecamatan Sukasada. Kehadiran para peserta diharapkan mampu memberikan gambaran nyata mengenai kondisi pendidikan di masing-masing wilayah sekaligus menyampaikan berbagai masukan strategis dalam penyusunan dokumen perencanaan.
Kegiatan FGD ini dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Tim Pelaksana Swakelola dan dipandu oleh I Wayan Budiarta, M.Pd. Dalam sambutannya, Ketua Tim Pelaksana Swakelola Penyusunan RIPP Kabupaten Buleleng menyampaikan bahwa transformasi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia pendidikan. Oleh karena itu, penyusunan RIPP diarahkan untuk menghasilkan kebijakan pendidikan yang mampu menjawab tantangan era digital dengan tetap mengedepankan nilai-nilai karakter, etika, dan budaya lokal.
FGD ini menghadirkan narasumber Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, S.Pd., M.A.P., yang menyampaikan materi “Pengembangan Pendidikan di Era Digital” dan Prof. Dr. Kadek Suranata, M.Pd., Kons., dari Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha menyampaikan materi “Krisis Tersembunyi di Era Digital: Menyelamatkan Generasi dari Learning Loss dan Brainrot, Paradigma Neurosains untuk Pendidikan di Era Digital”.
Selanjutnya, Tim Pelaksana Swakelola mempresentasikan materi mengenai penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten Buleleng, meliputi hasil kajian awal, kondisi eksisting pendidikan, isu-isu strategis, tantangan yang dihadapi, serta arah kebijakan dan strategi pengembangan pendidikan jangka panjang di Kabupaten Buleleng. Salah satu isu strategis yang menjadi fokus pembahasan dalam FGD adalah pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Para peserta sepakat bahwa AI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, efektivitas administrasi pendidikan, serta mendukung inovasi dalam proses belajar mengajar. Namun demikian, pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijak, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung tinggi integritas akademik serta nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam diskusi mengemuka berbagai pandangan mengenai pemanfaatan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, pengembangan bahan ajar, peningkatan kualitas asesmen, hingga efisiensi layanan administrasi pendidikan. Hasil FGD ini akan menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten Buleleng sehingga dokumen yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat khususnya di Kabupaten Buleleng.
Melalui pelaksanaan FGD tingkat kecamatan ini, Tim Pelaksana Swakelola berharap seluruh masukan yang diperoleh dapat memperkaya substansi Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Kabupaten Buleleng. Dokumen RIPP diharapkan menjadi pedoman strategis pembangunan pendidikan jangka panjang yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, adaptif terhadap perkembangan teknologi digital, serta siap menghadapi tantangan global melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab.













