Dekan FHIS Undiksha Jadi Narasumber pada Sosialisasi Penguatan Wawasan Kebangsaan untuk Indonesia Maju

  Publish 25 Februari 2026       Wiardi 

Singaraja – Sebagai bagian dari kerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng, Dekan Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Ganesha), Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd. menjadi Narasumber pada kegiatan Sosialisasi dengan tema, “Penguatan Wawasan Kebangsaan Untuk Indonesia Maju.” Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kabupaten Buleleng berlangsung pada hari Selasa (24/02/2026) di Ruang Seminar FHIS Undiksha. Sosialisasi PPWK ini dilaksanakan dalam rangka menanamkan sekaligus menguatkan wawasan kebangsaan kepada generasi muda Buleleng yang pada kesempatan tersebut diikuti mahasiswa-mahasiswa FHIS Undiksha yang merupakan generasi emas menuju Indonesia Maju. 

Sosialisasi PPWK ini diawali dengan penyampaian laporan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Buleleng, Drs. Nyoman Widiartha. Selanjutnya, Ketua Pusat Penguatan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kabupaten Buleleng sekaligus Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd. dalam sambutannya mengajak seluruh peserta sosialisasi untuk memahami dengan baik apa itu 4 pilar wawawasan kebangsaan. Sehingga dalam perannya sebagai generasi emas untuk Indonesia Maju benar-benar terimplementasi di masyarakat. “Empat pilar wawasan kebangsaan itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kita harus pahami dengan baik dan benar serta meningkatkan pilar wawasan kebangsaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sekda Suyasa.

Sebagai Narasumber, Prof. I Nengah Suastika menyampaikan materinya berkaitan dengan Pemaparan Sub Materi Undang-Undang Dasar 1945, diantaranya : 1). Perkembangan teknologi dan globalisasi telah membawa nilai-nilai materialistik, hedonist, individualis, instanisme, dan konsumtif yang menyebabkan terjadinya degradasi moralitas anak-anak bangsa, 2). Negara dengan karakter yang lemah hanya akan menjdi objek atau dipermainkan oleh negara-negara besar sehingga penguatan karakter dan jati diri sangat penting untuk menjadikan negara Indonesia berswasembada, berswadaya dan berdikari, 3). Negara-negara yang ingin memperkuat karakter bangsa mesti mempraktikan pendidikan karakter melalui keteladanan, pelatihan, pembiasaan dan pembudayaan mulai dari jenjang taman kanak-kanak sampai jenjang perguruan tinggi dan 4). Saat ini model penjajahan telah mengalami pergeseran dari penjajahan fisik menjadi penjajahan intelektual dan moralitas termasuk juga melalui penyebarluasan narkoba yang menyebabkan runtuhnya generasi bangsa, bertalian dengan itu, maka pendidikan wawasan kebangsaan pada masyarakat akademik perlu diperkuat, dibuat sistematis, kontekstual dan bermakna serta menyenangkan bagi semua anak-anak termasuk mahasiswa/mahasiswi. 

Setelah itu, Sosialisasi ini dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Narasumber lainnya, yaitu Wayan Ngara, S.Pd., Gede Sandiasa, S.Sos., M.Si., dan I Made Riyan Cahyadi, S.Pd serta didampingi oleh moderator, yaitu I Ketut Budiasa, S.Pd.

 

Kategori: 

Kata Kunci: 

    Publikasi Terkait: