Singaraja – Tim Penyusun Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng kembali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Kecamatan sebagai bagian dari rangkaian pengumpulan data kajian peta potensi investasi daerah. Setelah sebelumnya melaksanakan FGD di wilayah barat dan timur Kabupaten Buleleng, kegiatan kali ini menyasar wilayah tengah Kabupaten Buleleng, meliputi Kecamatan Banjar, Buleleng dan Sukasada. FGD ini dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) di Ruang Seminar Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Undiksha.
FGD Tingkat Kecamatan tersebut dipimpin oleh Sekretaris BRIDA Kabupaten Buleleng, drg. I Ketut Wika, didampingi Ketua Tim Pelaksana dari Undiksha, Dr. I Nengah Suarmanayasa, S.E., M.Si. FGD turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Buleleng, tim pelaksana Undiksha, tim teknis, tim pengawas serta perwakilan kecamatan, perbekel dan lurah dari wilayah sasaran pengumpulan data.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pelaksana, Dr. I Nengah Suarmanayasa, menyampaikan bahwa FGD merupakan forum untuk menggali informasi secara langsung mengenai potensi dan peluang investasi dari pemerintah kecamatan serta desa dan kelurahan. Informasi yang diperoleh dari masing-masing wilayah sangat diperlukan agar kajian yang disusun mampu menggambarkan kondisi, karakteristik serta peluang pengembangan ekonomi daerah secara lebih komprehensif dan terarah.
Lebih lanjut, Dr. I Nengah Suarmanayasa menjelaskan bahwa investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah serta mendukung pemerataan pembangunan. Oleh karena itu, pemetaan potensi investasi perlu dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik dan keunggulan setiap wilayah, termasuk peluang pengembangan ekonomi yang dimiliki masing-masing desa dan kelurahan.
Dalam sesi pemaparan materi, tim pelaksana Undiksha yang juga dihadiri Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd. juga menekankan pentingnya pemetaan potensi ekonomi hingga tingkat desa serta identifikasi titik-titik potensial secara lebih terperinci. Pendekatan ini diharapkan dapat menghubungkan potensi lokal dengan arah kebijakan tata ruang sehingga peluang investasi dapat diidentifikasi secara lebih jelas dan pengembangannya sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh anggota Tim Pelaksana Undiksha, Prof. Putu Indah Rahmawati, M.Bis., Ph.D. Dalam sesi tersebut, para perbekel dan lurah berkesempatan menyampaikan berbagai informasi mengenai potensi unggulan, sumber daya lokal serta peluang investasi yang dapat dikembangkan di wilayah masing-masing. Diskusi ini menjadi bagian penting dalam menghimpun perspektif pemerintah wilayah guna memperkaya data dan informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan kajian.
Selain melalui diskusi, pengumpulan data juga dilakukan dengan pengisian Google Form yang telah disediakan oleh tim pelaksana. Mekanisme ini memungkinkan peserta menyampaikan informasi secara lebih spesifik dan terstruktur sehingga dapat mendukung proses identifikasi serta pemetaan potensi investasi Kabupaten Buleleng secara lebih akurat.
Melalui rangkaian FGD di wilayah barat, timur, dan tengah, Undiksha bersama BRIDA Kabupaten Buleleng berupaya menghimpun data yang komprehensif dan berbasis kewilayahan sebagai landasan penyusunan Kajian Peta Potensi Investasi Kabupaten Buleleng. Keterlibatan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan diharapkan dapat memastikan bahwa potensi yang teridentifikasi benar-benar mencerminkan kondisi dan peluang nyata di lapangan.
Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam mengidentifikasi peluang investasi, merumuskan arah pengembangan ekonomi daerah serta mendorong pemanfaatan potensi lokal secara optimal. Dengan demikian, pengembangan investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tarik daerah tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Buleleng.












