Undiksha Bersama BRIDA Buleleng Gelar FGD Penyusunan RIPP untuk Petakan Kebutuhan Pendidikan Wilayah Barat Buleleng

  Publish 14 Agustus 2026       Wiardi 

Singaraja – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng bersama Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Tingkat Kecamatan dalam rangka Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan (RIPP) Kabupaten Buleleng pada Kamis (13/08/2026) bertempat di Ruang Rapat Kantor Camat Seririt. FGD ini melibatkan pemangku kepentingan pendidikan di wilayah barat Kabupaten Buleleng, yang terdiri dari Kecamatan Seririt, Gerokgak dan Busungbiu. Pelaksanaan FGD tersebut diikuti oleh unsur kepala sekolah, guru, komite sekolah serta pengawas SD dan SMP. Selain itu, FGD ini juga dihadiri oleh Tim Pelaksana Penyusunan RIPP Buleleng dan staf dari BRIDA Buleleng.

Kegiatan dipimpin Sekretaris Brida Buleleng, drg. I Ketut Wika, yang menyampaikan bahwa penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pendidikan merupakan usulan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng yang pelaksanaannya dikerjakan Brida melalui kerja sama dengan Undiksha dengan mekanisme swakelola tipe II.

Setelah itu, I Wayan Budiarta, M.Pd. mewakili Ketua Tim Pelaksana Penyusunan RIPP Buleleng, Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd. memandu jalannya diskusi dengan fokus pada kondisi eksisting pendidikan, permasalahan dan tantangan yang dihadapi satuan pendidikan serta solusi dan arah kebijakan yang diperlukan.

Dalam forum diskusi tersebut, berbagai masukan dan aspirasi disampaikan oleh peserta terkait kondisi serta kebutuhan pendidikan di wilayah Buleleng. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, meliputi ruang belajar, fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK), perangkat komputer, laboratorium toilet serta berbagai fasilitas penunjang lainnya. Selain itu, akses menuju sekolah, ketersediaan jaringan internet hingga kondisi lingkungan sekolah yang berada di wilayah rawan banjir turut menjadi perhatian dalam pembahasan.

Dari aspek sumber daya manusia, masih ditemukan keterbatasan tenaga pendidik pada sejumlah mata pelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan, dalam situasi tertentu, guru harus melaksanakan pembelajaran di luar bidang keahliannya. Di samping itu, kebutuhan tenaga pendidik dan pendamping yang memiliki kompetensi dalam memberikan layanan kepada peserta didik berkebutuhan khusus juga menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian dalam pengembangan pendidikan ke depan.

Persoalan lainnya yang turut mengemuka dalam diskusi adalah kecenderungan penurunan jumlah peserta didik di sejumlah wilayah serta capaian literasi dan numerasi yang masih perlu ditingkatkan. Berbagai masukan tersebut menjadi bahan penting bagi tim penyusun untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi, tantangan, potensi serta kebutuhan pendidikan di Kabupaten Buleleng.

Melalui pelaksanaan FGD ini, BRIDA Kabupaten Buleleng bersama Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berkomitmen mendorong tersusunnya Rencana Induk Pengembangan Pendidikan (RIPP) Kabupaten Buleleng yang berbasis data, adaptif dan responsif terhadap kebutuhan daerah. Dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi landasan sekaligus rujukan strategis dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas pembangunan pendidikan Kabupaten Buleleng untuk lima tahun ke depan sehingga mampu menjawab berbagai tantangan pendidikan sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Kategori: 

Kata Kunci: 

    Publikasi Terkait: