Singaraja – Sebagai bagian dari kerja sama antara Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng dalam upaya memperkuat karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai kebangsaan, Dekan FHIS Undiksha, Prof. Dr. I Nengah Suastika, S.Pd., M.Pd. menjadi Narasumber pada kegiatan Sosialisasi Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kabupaten Buleleng. Sosialisasi PPWK dilaksanakan pada hari Senin (29/06/2026) di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng dengan diikuti oleh peserta Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Buleleng Tahun 2026.
Kegiatan sosialiasi PPWK dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Buleleng, Drs. Nyoman Widiartha. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemantapan wawasan kebangsaan merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda agar mampu menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa. Lebih lanjut, Drs. Nyoman Widiartha menekankan bahwa Program Paskibraka bukan sekadar mempersiapkan petugas pengibar bendera pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, melainkan merupakan program kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila. Melalui sosialisasi ini, kami berharap peserta Paskibraka Kabupaten Buleleng Tahun 2026 dapat tumbuh menjadi generasi penerus perjuangan bangsa yang memiliki semangat Pancasila, patriotisme, nasionalisme, serta mampu menjadi agen perubahan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selaku Narasumber, Prof. I Nengah Suastika memaparkan berkaitan dengan tema sosialisasi, yaitu “Penguatan Wawasan Kebangsaan Untuk Indonesia Maju” dengan materi 4 (empat) Konsesus Dasar Berbangsa dan Bernegara, sub materi “Undang-Undang Dasar 1945”. Prof. I Nengah Suastika menyampaikan bahwa : 1). Perkembangan teknologi dan globalisasi telah membawa nilai-nilai materialistik, hedonist, individualis, instanisme dan konsumtif yang menyebabkan terjadinya degradasi moralitas anak-anak bangsa, 2). Negara dengan karakter yang lemah hanya akan menjadi objek atau dipermainkan oleh negara-negara besar sehingga penguatan karakter dan jati diri sangat penting untuk menjadikan negara Indonesia berswasembada, berswadaya dan berdikari, 3). Negara-negara yang ingin memperkuat karakter bangsa mesti mempraktikan pendidikan karakter melalui keteladanan, pelatihan, pembiasaan dan pembudayaan mulai dari jenjang taman kanak-kanak sampai jenjang perguruan tinggi dan 4). Saat ini model penjajahan telah mengalami pergeseran dari penjajahan fisik menjadi penjajahan intelektual dan moralitas termasuk juga melalui penyebarluasan narkoba yang menyebabkan runtuhnya generasi bangsa, bertalian dengan itu, maka pendidikan wawasan kebangsaan pada masyarakat akademik perlu diperkuat, dibuat sistematis, kontekstual dan bermakna serta menyenangkan bagi semua anak-anak. Dengan adanya program sosialisasi ini diharapkan pula agar para generasi muda memiliki Karakter yang Kuat, Nasionalis dengan Mencintai Bangsa dan Negara, Demokratis dengan cara Menjunjung Tinggi HAM dan Konstitusi, Mempraktikkan Nilai-Nilai Pancasila dan Kehidupan Sehari-Hari serta Menggunakan Ilmu dan Teknologi untuk Kebaikan Keluarga, Bangsa dan Negara.
Untuk memperkuat materi yang diberikan, kegiatan ini menghadirkan pula sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan, yakni I Made Riyan Cahyadi, S.Pd., Ni Putu Rahayu, S.Pd., serta Dr. Gede Sandiasa, S.Sos., M.Si.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujudnya generasi muda yang tidak hanya disiplin dan siap menjalankan tugas sebagai Paskibraka, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, berintegritas, serta mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan membangun Indonesia yang lebih maju.













