Dekan dan Wakil Dekan II FHIS Hadir dalam Seminar IKA Undiksha NTB

  Publish 29 April 2026       Wiardi 

Lombok – Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Undiksha wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar kegiatan Seminar Pendidikan Nasional. Seminar ini dilaksanakan pada hari Sabtu (25/04/2026) dengan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro bersama jajaran Dekan dan Wakil Dekan di lingkungan Undiksha. Turut hadir pula, Dekan dan Wakil Dekan II Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial (FHIS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dalam kegiatan seminar tersebut. 

Prof. Lasmawan selaku Rektor Undiksha menyebutkan dunia pendidikan tinggi harus bergerak cepat menyesuaikan diri dengan perubahan lanskap pendidikan akibat perkembangan teknologi. Menurutnya, transformasi tidak hanya menyentuh aspek pembelajaran, tetapi juga sistem tata kelola dan penguatan kompetensi lulusan. Ia menekankan alumni memiliki peran strategis dalam mendukung proses adaptasi tersebut. Alumni dinilai dapat menjadi penghubung antara kebutuhan dunia kerja dengan kebijakan akademik di kampus. “Peran alumni sangat krusial dalam memberikan umpan balik terhadap relevansi kurikulum serta kebutuhan kompetensi di lapangan. Ini penting agar lulusan perguruan tinggi mampu bersaing di era yang semakin terdigitalisasi,” ujarnya.

Selain itu, Prof. Lasmawan juga menyebutkan kolaborasi antara kampus dan alumni dapat mempercepat inovasi, termasuk dalam pengembangan program berbasis teknologi dan kewirausahaan. Ia mendorong alumni untuk terlibat aktif dalam berbagai program akademik maupun non-akademik di lingkungan kampus.

Seminar ini menghadirkan Wakil Rektor Undiksha Bidang Akademik dan Kerja Sama Undiksha, Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya bertajuk “Transformasi, Tantangan, dan Peluang AI dalam Dunia Pendidikan”, ia menguraikan bagaimana kecerdasan buatan telah mengubah cara belajar, mengajar, serta pengelolaan institusi pendidikan.

Ia menjelaskan AI membuka peluang besar dalam personalisasi pembelajaran, analisis data pendidikan, hingga efisiensi tata kelola kampus. Namun demikian, terdapat pula tantangan yang harus diantisipasi, seperti kesiapan sumber daya manusia, etika penggunaan teknologi, serta kesenjangan akses digital.

“Perguruan tinggi harus mampu memanfaatkan AI secara bijak dan strategis, tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembelajaran yang inovatif dan adaptif,” jelasnya.

Ketua Umum IKA Undiksha, Prof. Dr. I Nyoman Jampel, dalam kesempatan yang sama menyampaikan seminar ini menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah konkret dalam menghadapi tantangan pendidikan di era disrupsi. Ia menegaskan komitmen IKA untuk memperkuat kontribusi alumni terhadap pengembangan institusi.

 

Kategori: 

Kata Kunci: 

    Publikasi Terkait: